KETEMU LANGSUNG BISA BERCINTA
kali ini menyatakan pengalaman seks asal seseorang siswa yg bernama Adit. legal tak sempat disangka oleh adit apabila beliau dapat memperoleh seks secepat itu ditempat yg baru saja ia datangi. Adit ini berlaku berhasil lantaran belum lawas dirinya bertaaruf dgn tetangga kosnya beliau telah mampu mencicipi nikmatnya keperempuanan Mirna. ingin tahu kelanggengan ceritanya, serentak aja yuk baca dan menyimak bagus bagus narasi buncit ini.
resmi tak sempat terbayangkan olehku kalau aku bakal bersetubuh bersama satu orang perawan secapat ini di Bali. untuk berasal bln itu waktu aku baru menyelinap mengawali perkuliahan dan bertepatan mewarisi kos di negara denpasar. giliran di sekitar kos aku terhitung lumayan nyaman dan tenang.
Dari sekian banyak kamar kos, bertepatan hanya empat kamar yg ketika itu ditempati oleh anak kos termasuk juga aku. Tiga kamar lainya itu ditempati oleh sekian banyak wong, ada yg telah berkeluarga, ada satu orang cowok STW ( separo lanjut umur ), dan 1 kamar masih ditempati oleh 2 perawan bujang menawan, potongan dan menggairahkan. memang lah telah kodrat aku bergandengan bersama 2 perawan elegan, 1 kamar yg ditempati oleh 2 perawan elegan itu kaya di sebelah kamar saya.
Oh iya pamor ke-2 perawan kece itu Mirna dan Fina, Mirna berusia 23 th dan Fina berusia 25 th. meskipun mereka masih dengan, cuma Mirna yg tidak jarang di hunian buat senja hri. So, yg lebih akrab dan tidak jarang mengobrol bersama aku yaitu Mirna. hingga guna tengah hari hri itu seperti lumrah aku baru saja pulang bermula universitas dan menuju kos saya.
Kebetulan sekali sesampainya aku anjlok di kos, aku menyempatkan buat menyaksikan ke dekat kamar Mirna, diwaktu itu nyata-nyatanya Mirna juga tidur tengah hari. KaDita hawa di area kosku pass panas, buat disaat itu Mirna tak mencurangi sirkulasi udara dan mirna dikala itu cuma memungut tanktop dan Hot pant. KaDita mirna cuma memanfaatkan Tanktop, untuk kala itu terlihatlah bagian buah dada Mirna.
Dibalik Tanktop Mirna saya menonton terang benjolan putting buah dadanya kaDita Mirna tak menggunakan Bra. KaDita aku lelaki lazim, seketika ajaran darahku terasa terpompa derasa dan kejantananku sekilas mengeras. jika bisa setimbal nih, baru kali ini aku menyaksikan badan perempuan seindah badan Mirna. Tapi empati sekali, untuk dikala itu aku cuma dapat menonton tidak dengan dapat mennyetuhnya.
Setelah bebera menit aku puas memperhatikan keindahan badan mirna, setelah itu saya-pun tergopoh-gopoh menyamar ke kamar aku. Sesampainya dikamar, sayapun berimajinasi dan mengharapkan seandainya saja aku sanggup meraba buah dada dan paha mulus Mirna tentu aku bakal teramat gembira. sebentar narasi, kurang lebih jam 15.00 saya-pun ke luar berasal kamar kos, bertepatan sekali dikala itu aku menonton Mirna telah terbina dan terus sila di depan kamarnya.
KaDita saat Mirna sila sendirian, seterusnya saya-pun tergesa-gesa ke luar dan mulai sejak mengobrol bersama Mirna, Kamar kos Mirna isinya pass komplit, Televisi, DVD dan lebihlebih lemari pendingin. bersama ingatan ingin nonton Televisi aku ajak Mirna bagi ngobrol di dekat saja.
Walaupun ngobrol, silau aku sekali-kali melirik ke badannya dan mangagumi tubuhnya. Kejantananku mengejang menyaksikan itu dan saya-pun makin gamang. terlihat Mirna tahu jika aku pula kuatir kaDita menyaksikan Mirna, dan dikala itu Mirna cuma tersenyum dulu berkata,
“ mengapa Dit ?, Gak enak yah bersila di bawah? ” , bertanya Mirna sambil senyum.
“ Ah nggak papa kok Mir, saya hanya kesemutan ” jawabku sekenanya sambil melirik ke arahnya.
“ Panas ya udaranya. perhatikan, bajuku aja sampe basah serupa keringat ” , menurutnya sambil menarik-narik bajunya.
“ aku bersiram lalu yah, anda ingin ikut gak bersiram baDitg aku? ” , sambil terbahak dan menyubit pinggangku.
“ Wah… Beneran nih Mir ” , tantangku.
Mirna hanya terbahak dan berlalu ke kamar bersiram. Kamar kos awak jalan berlawanan ada kamar mandinya dan serta ada di belakangku. Entah mengapa sontak DVD-nya menunu solo nyatanya( remotenya tempat olehku) dan nyatanya ada sinema di DVD-nya, dan itu gambar hidup lucah. aku lihat sinema itu dan tidak dengan sepengetahuanku nyata-nyatanya Mirna telah tuntas bersiram dan sudah berdiri di belakangku.
“ Hayo nonton sinema mesum ya ” , jelasnya sontak membuatku kaget.
Saya menoleh dan oh god, Mirna hanya memakai handuk saja. Tingginya yg 166 centimeter berkulit putih cuma memakai handuk sebatas dada dgn buah dadanya yabg sebentar kelihatan dan bawahnya sekian banyak centi saja permulaan lekuk pantatnya yg bulat.
“ Eh sorry Mir, gak sengaja. DVD nya nyala tunggal ” kata aku sambil melumpuhkan DVD.
“ Kok dimatiin, abis ini adegannya seru hlohhh..? ” jelasnya sambil sila di sebelahku dan mengaktifkan DVD lagi.
Kejantananku yg telah sejak tengah hari tadi telah mengeras menjadi makin keras kini justru noton DVD itu ditemani satu orang Mirna yg menawan di sebelahku dgn cuma memanfaatkan handuk.
“ Tuh kan adegannya seru ” menurutnya. ketika itu di DVD nampak sang bintang perempuan berulang meratap kaDita Kewanitaannya dijilati.
“ jika dijilat gitu agaknya enak gak? ” bertanya saya.
Mirna tersenyum saja menjawabnya,
“ Udah janganlah tidak sedikit bertanya deh, kuat lalu aja tuh adegan Filmnya ”
waktu ini aku makin kecut hati dan kejantananku makin mengeras. Mirna nampak menikmati sinema itu dan nafasnya juga makin rumit tampaknya kaDita gairahya yg mulai sejak timbul serupa bersama gairahku yg telah timbul sejak tengah hari tadi. Pelan-pelan aku mencium bebauan wangi mulai sejak badan Mirna yg sembuh sesudah beliau bersiram. Dan aku tengah mencium lehernya. Mirna berulang melengos.
“ mengapa Dit?, anda ingin cium aku ya? ”
“ aku dah gak sahih Mir, dapat yah aku cium Mir? ”
“ anda dah konak ya bermula tadi ” , menurutnya sambil meraba kejantananku awal luar.
Pada waktu itu aku cuma menggunakan lancingan pantai. kala itu aku cuma sanggup terdiam saja dan semula mencium lehernya. Pelan-pelan tanganku merampas handuknya turun maka nampak buah dadanya yg putih dan manis. Putingnya yg agak kecoklatan mengendarai disaat kuraba lembut. Saya-pun cepat melumat bibirnya sambil tanganku meraba buah dadanya. Mirna pula ganjar ciumanku bersama hangatnya.
“ Ssss… ahhh… Ouhh… ” , terdengar desisnya disaat mulutku mentranskripsikan turun dan mulai sejak menciumi buah dadanya yg tampaknya berdimensi 34B.
Tanganku tambah semakin aktif melampiaskan semua handuknya maka menciptakan jariku sanggup bersama gampang menyelusup ke liang kewanitaannya.
“ Sssss… aaahhh… juga Dit ” , desisnya makin jadi disaat tanganku membarut klitorisnya.
Mulutku tengah aktif menciumi-kedua bukit kembarnya. Tangan Mirna yg kembali di samping perlahan menunggang ke kepalsaya dan memijit rambutku. Genggamannya semakin legal seiring aktivitas tanganku di Kewanitaannya yg telah sejak mulai basah. Pelan-pelan mulutku sejak mulai turun menciumi perutnya dan hasilnya hingga di liang kewanitaannya.
“ Aaahhh Dit, enak Dit ” Mirna menggelinjang jempolan diwaktu lidahku melumas khatam klitorisnya.
Kewanitaannya yg telah basah dgn lendirnya makin basah oleh sapuan lidahku. Tangannya yg telah lepas berbisnis ke kejantananku dan udak kejantananku.
“ Enak Mir ” erangku mengantongi lepa di kejantananku. Kejantananku makin kaku dan sejak mulai basah.
“ agung sedang punyamu Dit ” kata Mirna di pun racauannya.
Lidahku tambah menjadi makin getol melumat bubar klitorisnya. Dan hasilnya kulihat lubang kewanitaannya dan kumasukan lidahku ke dalamnya.
“ Dit, anda iseng Dit ” racaunya dan badannya masih menggeliat unggul, kocokannya terhadap kejantananku-pun makin segera membuatku teregah-engah.
Setelah 15 menit lidahku mengoyak-ngoyak keibuan dan lubang kewanitaannya, badan Mirna kembali mengejang disertai desahan kepuasannya. Mirna klimaks bersama mencapit sirah aku di sela ke-2 paha putih mulusnya. lepa kepada kejantananku pula menyusut melainkan aku lagi merasakan nikmatnya.
Celansaya yg pun terpakai aku pemaafan dan kuarahkan batang kemaluanku ke tuturan Mirna. Mirna juga merenggut kejantananku dan memasukkannya ke pada mulutnya dan menjilati sirah kejantananku. Tubuhkupun direbahkannya sambil juga mengulum kejantananku. semakin obsolet kuluman Mirna menaik langsung membuatku merasakan nikmat yg belum kurasakannya sebelumnya.
Sambil menikmati kuluman Mirna, aku menonton ke arahnya. Rambut hitamnya yg lebat menyelimuti sebahagian agung wajahnya. Matanya sekali-sekali terpejam dan melirik bangor ke arahku sambil mengulum kejantananku dgn cepatnya. Saya-pun mengalihkan posisiku dan pun menciumi sektor kewanitaannya dan melumat usai kllitorisnya masih. Mirna berulang mendesah dan semakin segera mengulum kejantananku sambil setiap masa tangannya mempresentasikan buah zakarku.
Cukup bahari masih tempat 69 itu kulsayakan lantaran kenikmatan sama-sama hamba rasakan. sampai hasilnya Mirna mengantongi klimaks yg ke-2 kalinya dgn desahan puas yg pass panjang dan menuruti kulumannya.
“ Dit, Masukin kejantananmu dong Dit, janganlah kepada aku tersiksa ” racau Mirna di retakan desahannya.
Saya-pun menjelmakan posisiku. Mirna yg tambah tidur telentang bersama ceker tekuk terhubung pahanya maka aku bisa menonton keperempuanan indahnya. Kuarahkan batang kemaluanku yg telah mengembang dan mengeras ke lubang kewanitaannya. Pelan-pelan kumasukkan sirah kejantananku, kulihat Mirna menggigit bibirnya waktu kejantananku menyamar ke dekat Kewanitaannya yg sempit.
Saya-pun merasakan kenikmatan yg baru kali itu kurasakan kala semua batang kemaluanku tertatah di lubang kemaluannya, tersesak dan seperti dipijat. Saya-pun mengerakkan pantatku sukses meninggalkan sambil kulihat Mirna memejamkan silau dan mendesah. tidak tua Mirna berulang mengimbagi gerakanku bersama sekali-sekali menggoyangkan pinggulnya.
“ Lebih serta-merta sebentar Dit, ahhh, enak sekali ” .
Saya-pun mempersingkat gerakanku. Mirna sedang melenguh dan mendesah, dan pinggulnya semula semakin serta-merta bergerak.
“ berulang Dit ” , katanya.
Desahannya membuatku makin bernafsu dan saya-pun mencium bibirnya, lehernya dan buntut telingnya. Desahan dan nafasnya makin tidak beraturan.
“ pula Dit, aku sedikit semula hingga ” .
Saya-pun mempersingkat gerakanku dan tidak kuno ceker Mirna yg melilit di pinggangku menguat demikian pun pelukannya. Mirna sudah klimaks masih. Lenguhannya yg panjang membuatku makin terangsang. sedangkan Mirna menyodok tubuhku kaDita badannya pass lelah.
“ anda pun belum ke luar ya Dit? bertanya Mirna.
ia tambah mengunggut kejantananku sambil dan pun mengulumnya. Kulumannya kali ini terus pass bahari sambil tanganku mempertunjukkan klitorisnya. sesudah agak uzur, Mirna masih melakukan posisinya dan memeragakan cara woman on unggul. dirinya bersila di atas perutku sambil menggoyangkan pinggulnya dan sebarang waktu memutarnya. Saya-pun cobalah bangkit kaDita aku tidak tegar menyaksikan buah dadanya yg putih. aku mau sekali mencium dan melumat buah dada putih dan kenyalnya.
Kucium buah dadanya dan perlahan menunggang ke lehernya dan buntut telinganya. aku menyukai sekali mencium buntut telinganya, Mirna senantiasa mendesah kompeten jika dibegitukan. Seiring bersama desahan dan aktivitas tubuhnya yg makin serta-merta saya-pun merasa aku bakal menggabai sanding kenikmatanku. Desahan dan gerakannya semakin segera, hasilnya berpindah diiringi desahannya yg panjang.
Saya-pun menggabai penghabisan kenikmatanku kala itu. Sambil mendesah Mirna pula membaringkan tubuhnya ke kasur dgn lokasi kejantananku serta ada di dalamnya. Saya-pun perlahan melepaskan batang pukas aku yg sudah basah oleh cairannya dan cairanku solo. Kucium kembali bibirnya sambil kuucapkan tampung belas kasihan padanya.
“ trimakasih ya Mir, Ini pengalaman lebih-lebih aku, tapi aku puas dgn anda ” .
“ aku semula puas bersama anda Dit. anda mahir Dit ” .
“ aku serta Mir ” , kata aku sambil mencium bibirnya lagi.
Saya kembali berdiri dan mengutip bajuku berulang. Mirna serta memandangi kejantananku disaat aku memungut pakaian. dirinya bersila dan semula mengulum kejantananku. Tapi itu tak berjalan obsolet sedangkan kejantananku telah selesai dan kaku kembali. setelah itu Mirna berkata,
“ Di menabung pada lain kali aja ya Dit ” , menurutnya kala nafasku sejak mulai serta tak beraturan.
Saya-pun cuma tersenyum,
“ terus ada lain kali ya Mrr ” .
Singkat narasi Mirna cuma terbahak dan pula ke kamar bersiram. nyata-nyatanya profit bersumber lain kali merupakan yakni keesokan harinya. mulai sejak keluhan itu pertalian kami-pun berlanjut, dan beta tidak jarang laksanakan interaksi seks jikalau ada peluang. jadi tak aku sangka aku mampu bersambung intim dgn perempuan elegan yg belum tua aku tahu. Selesai.
Bagaimana semua Pembaca Serukan sekitar maniak sex, janganlah teledor ya!!! senantiasa ikuti cerita-cerita hebat di

0 komentar: